
AMBULU, ansorjember.or.id – Peringatan Hari Santri dan Hari Pahlawan membuktikan bahwa membela negara adalah sebuah jihad. Bukan justru sebaliknya, menghancurkan negara ini dengan dalih jihad. Pernyataan itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember Izzul Ashlah dalam kegiatan long march oleh PAC Ambulu di Pantai Watu Ulo Ambulu, Kabupaten Jember, Kemarin (24/10).
Jika perlawanan 10 November tidak ada, kata Izzul, maka kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bisa jadi akan sia-sia. Hal tersebut juga menjadi mustahil jika Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober tidak dikumandangkan.
Hari Pahlawan dan Hari Santri merupakan bagian dari catatan sejarah yang berkelanjutan. Sehingga perjuangan itu harus kontinu dilakukan secara terus menerus. “Bukan sekali saja setelah itu mlempem (bahasa jawa: loyo),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Ambulu Lutfi Hakim menjelaskan, long march dimulai sejak pukul 07:00 pagi hari. Pemberangkatan di Ponpes Al Amien Sabrang Ambulu dan finish-nya adalah Pantai Watu Ulo Ambulu.
“Dengan semangat baru dari kepengurusan PAC GP ANSOR yang baru terpilih semenjak bulan Juli 2021. Suatu siar kepada masyarakat bahwa Ansor/Banser mempunyai kekuatan dan anggota yang memiliki rasa cinta terhadap Negara,” pungkasnya.
Reporter: Sugeng Hadi Wijaya
Sumber Foto: Istimewa
