Bupati Jember Catat Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sekar Kijang, Ketua Ansor Jember: Bukan Bim-Salabim

Ketua PC GP Ansor Jember Izzul Ashlah saat menghadiri undangan Bupati Jember di Pendopo Wahyawibawagraha

JEMBER, ansorjember.or.id – Kabupaten Jember mencatat prestasi membanggakan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen (year on year) pada Kuartal I Tahun 2026. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur, capaian tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah Sekar Kijang, melampaui Banyuwangi (6,14 persen), Lumajang (5,89 persen), Situbondo (5,50 persen), dan Bondowoso (5,42 persen). Pertumbuhan ekonomi Jember juga berada di atas rata-rata Jawa Timur yang mencapai 5,96 persen serta nasional sebesar 5,61 persen.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jember Izzul Ashlah, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Fawait dalam menyinergikan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun tantangan berikutnya adalah menjaga agar pertumbuhan tersebut tetap berkelanjutan dan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Jember tersebut menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba (Bukan Bim-Salabim). Di balik angka tersebut terdapat sejumlah sektor strategis yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian Kabupaten Jember.

Penguatan sektor pertanian, percepatan hilirisasi industri, dukungan terhadap UMKM, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilanjutkan.

Capaian Jember sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sekar Kijang bukan sekadar prestasi statistik. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat mampu menciptakan fondasi ekonomi yang kuat.

“Jika momentum ini dapat terus dijaga, Jember bukan hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Tapal Kuda, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Jawa Timur pada masa yang akan datang,” pungkasnya.(*)

*Reporter: Sugeng Hadi Wijaya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *